Disketapang Sulawesi Tenggara Buka Bazar Pangan Murah Tekan Laju Inflasi

  • Whatsapp
Disketapang Provinsi Sulawesi Tenggara membuka bazar pangan murah di Korem 143/ Haluoleo, Jumat hingga Sabtu, 7-8 Oktober 2022. Foto: Adinda Septia Putri/ Sultraku.
banner 468x60

KENDARI, SULTRAKU.COM – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Sulawesi Tenggara membuka bazar pangan murah, sebagai salah satu langkah penekanan laju inflasi di tengah kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan awal September 2022 lalu.

Bazar pangan murah tahap satu telah dilakukan di halaman Korem 143/Haluoleo, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Jumat-Sabtu (7-8/10/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam bazar tersebut, Disketapang menyediakan berbagai jenis sembako dengan harga di bawah pasar, seperti gula yang dipasar dapat mencapai Rp 15.000 per kilogram, di bazar pangan hanya dijual Rp 13.500 per kilogramnya. Telur yang biasanya mencapai Rp 60.000 per rak, hanya dijual Rp 50.000 per raknya, juga beras kemasan 5 kilogram, yang biasa dijual sampai Rp 60.000 di pasar, di bazar pangan hanya berkisar Rp 48.000-52.000.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dodi Irianto menjelaskan, bazar pangan tersebut dibuka dengan tujuan menstabilisasi harga yang akan berujung pada penekanan tingkat inflasi.

Lebih lanjut, Dodi menerangkan, keadaan tingkat inflasi di Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini pasalnya berada di kisaran angka 5 persen, meskipun lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 6 persen, namun angka ini akan terus ia tekan agar setidaknya di bawah 5 persen.

Disketapang juga menggaet beberapa distributor pangan, antara lain Bulog, Rajawali Indonesia, Naga Mas, Musendo dan Putra Gangga untuk ikut berpartisipasi dalam memasarkan produknya di bazar tersebut.

Untuk membuat harga pangan di bazar tersebut menjadi murah, Disketapang pasalnya memberikan subsidi dalam biaya transportasi angkut pangan, subsidi ini dilakukan hanya dari segi biaya transportasi, bukan dari harga pangan langsung, sehingga tidak mengganggu profit dari penjual maupun distributor.

“Jadi kita subsidi angkutannya, subsidi kemasannya, sehingga distributor gak dirugikan,” pungkas Dodi.

Johan Wahyudi selaku Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog mengatakan, pihaknya selain mitra Disketapang Provinsi Sulawesi Tenggara juga sebagai bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) khususnya di bidang pangan.

“Khusus Bulog peran kita dalam bidang pangan, ketersediaan pangan harus terjaga, dan harga yang harus di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi),” jelas Johan.

Distributor lain, UD Putra Gangga menjelaskan pasokan pangan saat ini aman, bahkan sebagian besar sedang panen raya, hal ini sedikit mengurangi dampak kenaikan BBM saat ini, meskipun tetap meningkatkan biaya operasional mereka.

“Pasti dampaknya besar, karena posisinya kita gak nge up harga barang yang kita jual, sementara harga naik, jadi operasional kita jadi tambah mahal,” ungkap Agus Sastrawan sebagai seorang karyawan UD Putra Gangga.

Langkah lain Disketapang dalam menekan laju inflasi adalah dengan menjaga pasokan pangan juga menciptakan distribusi pangan yang merata untuk seluruh daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Distribusi pangan ini dilakukan dengan teknis awal mengerahkan petugas enumerator untuk memantau harga pangan di pasar seluruh wilayah Sulawesi Tenggara, yang pelaporannya langsung disampaikan ke Disketapang provinsi.

Kedepannya bazar pangan murah akan terus dilaksanakan sampai pertengahan Desember 2022, bergilir di setiap kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Kardin

banner 300x600

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *