Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Hukum UHO Gelar Penyuluhan Pewarisan Islam

  • Whatsapp
Penyuluhan hukum tentang waris Islam oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum UHO di Desa Laosu Jaya, Kabupaten Konawe. Foto: Ist.
banner 468x60

KONAWE, SULTRAKU.COM – Tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan penyuluhan hukum tentang peningkatan pemahaman hukum masyarakat tentang pewarisan Islam.

Kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 29 September 2022 di Desa Laosu Jaya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Bacaan Lainnya

Sasaran kegiatan ini ditujukan bagi masyarakat Desa Laosu Jaya, Kabupaten Konawe. Penyuluhan hukum ini bermaksud meningkatkan pemahaman hukum masyarakat akan pentingnya memahami kaidah pembagian waris sesuai syariat Islam.

Penyuluhan hukum ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Hukum UHO yang dipimpin oleh Dr Sahrina Safiuddin sebagai ketua dengan beranggotakan Wa Ode Zuliarti, SH., MH, Haris Yusuf, SH., MH, Idris Saputra, SH., MH, dan melibatkan satu orang mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Laosu Jaya, Mustamar yang menyambut dengan baik kedatangan tim pengabdian masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi pemahaman hukum terkait kaidah pewarisan Islam pada masyarakat Desa Laosu Jaya yang semuanya beragama Islam,” terang Mustamar.

Dr Sahrina Safiuddin, mengawali sosialisasi dengan menekankan pentingnya memahami kaidah pewarisan Islam bagi mereka yang beragama Islam.

Materi lalu dilanjutkan secara bergantian oleh anggota tim yang lain, di mana secara umum membahas terkait hak yang berkaitan dengan harta waris, rukun dan syarat waris serta golongan yang berhak menerima waris serta besaran bagian masing-masing ahli waris.

Kegiatan penyuluhan tersebut dihadiri puluhan peserta yang antusias menerima materi. Antusias peserta dapat dilihat pada sesi diskusi, di mana peserta penyuluhan sangat aktif bertanya seputar pewarisan Islam baik teori maupun dari kaidah perhitungannya.

Dalam Islam, mempelajari hukum waris hukumnya Fardhu Kifayah atau wajib kolektif, oleh sebab itu dalam sebuah desa atau dalam sebuah keluarga minimal ada satu orang yang menguasai kaidah pembagian waris Islam ini.

Mempelajari kaidah pewarisan Islam ini agar setiap orang yang berstatus sebagai ahli waris dapat terhindar dari perselisihan karena perebutan harta warisan yang disebabkan ketidak pahaman akan kaidah pembagiannya.

Tim pengabdian masyarakat Fakultas Hukum UHO sangat berterima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh kepala desa dan warga Desa Laosu Jaya untuk melaksanakan pengabdian masyarakat.

Doktor Sahrina berharap, kegiatan tersebut sebagai langkah awal untuk bisa melaksanakan program-program lain yang akan datang.

“Jika di kemudian hari warga Desa Laosu Jaya menghadapi permasalahan seputar waris maupun permasalahan hukum lainnya kami sangat terbuka untuk memberikan pendampingan,” ungkap Dr Sahrina.

Wa Ode Zuliarti selaku anggota tim pengabdian juga menambahkan, sebagai dosen, pihaknya berkewajiban melaksanakan Tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di detiap semester.

“Kegiatan yang kami lakukan hari ini adalah sebagai salah satu wujud Tridharma perguruan tinggi,” terang Wa Ode Zuliarti.

Penulis: La Ode Andi Rahmat
Editor: Kardin

banner 300x600

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *