Puluhan Pemuda Deklarasi Tolak LGBT di Kota Kendari

  • Whatsapp
Puluhan pemuda di Kota Kendari melakukan deklarasi penolakan dan mengutuk keras perilaku LGBT. Foto: Ist.
banner 468x60

KENDARI, SULTRAKU.COM – Puluhan pemuda di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menolak dan mengutuk keras hadirnya perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Munculnya perilaku LGBT di banyak wilayah, membuat puluhan pemuda di Kota Kendari bereaksi dengan menggelar deklarasi dan melakukan tanda tangan bersama untuk menolak perilaku haram itu masuk ke Kota Lulo.

Bacaan Lainnya

Ervan Firmansyah salah seorang pemuda Kota Kendari, menilai isu LGBT di kalangan remaja di Kota Kendari menjadi perbincangan yang meresahkan.

Menurutnya, perilaku LGBT sangat berbahaya dan bertentangan dengan nilai budaya. Selain itu, LGBT juga sangat bertentangan dengan agama.

“Deklarasi dan tanda tangan bersama tolak LGBT ini kami lakukan sebagai bentuk perlawanan untuk memerangi LGBT terutama di kalangan remaja,” ujar Ervan Firmansyah.

Ervan mengaku, sejauh ini berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat sepanjang tahun 2022, jumlah penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) di Kota Lulo mencapai 272 kasus, kaum laki suka laki (LSL) menjadi salah satu klaster penyumbang kasus.

“Intinya kami menolak prilaku LGBT,” kata Ervan menegaskan.

Senada, Renaldy, juga menolak munculnya LGBT. Dia mengatakan, gerakan bersama tolak LGBT di mulai dari lingkungan kecil dan harus melibatkan berbagai kalangan agar ada pencegahan sejak awal.

“Jadi deklarasi ini sebagai salah satu upaya pencegahan dari kami generasi muda dan memberi tahu kepada para teman-teman yang lain, intinya kita saling mengingatkan untuk tidak mendekati hal-hal semacam itu,” ujar Renaldy.

Renaldy juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk serius dalam menangkal perilaku membahayakan generasi muda ini, khususnya di Kota Kendari.

“Kita harus lawan bersama penyakit menular ini supaya kita bisa terhindar dan tidak melakukan tindakan aneh-aneh,” tambahnya.

Untuk diketahui, aksi penolakan LGBT oleh puluhan pemuda ini dirangkaikan dengan mengadakan kegiatan orasi di area MTQ, serta diakhiri penandatanganan kain putih dan deklarasi tolak LGBT di Kota Kendari, pada Senin (6/3/2023) malam.

Penulis: La Ode Muh Martoton
Editor: Haerani Hambali

banner 300x600

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *