6.286 Calon Mahasiswa Baru UHO Ikut UTBK-SMMPTN UHO Kendari

  • Whatsapp
Rektor UHO, Prof.Dr. Muhammad Zamrun Firihu (dua dari kiri) menyerahkan dokumen UTBK SMMPTN, kepada Ketua Penitia SMMPTN UHO, Wakil Rektor I UHO, Dr. La Hamimu (kanan) sekaligus menentukan syarat kelulusan yaitu berdasarkan sistem ranking. Foto: Ist
banner 468x60

KENDARI, SULTRAKU.COM – Sebanyak 6.286 calon mahasiswa baru di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari tengah mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) 2022.

UTBK-SMMTN mulai dilaksanakan pada Senin 11 Juli hingga 15 Juli mendatang dan hasil UTBK akan diumumkan pada 25 Juli mendatang.

Bacaan Lainnya

Rektor UHO, Prof.Dr. Muhammad Zamrun Firihu mengatakan, untuk proses UTBK ini, sama dengan proses di SBMPTN sebelumnya. Hanya saja di jalur mandiri, cuman menggunakan satu jenis tes saja, yaitu tes akademik.

“Prosesnya sama saja, peserta harus datang lebih awal sebelum pelaksanaan tes, membawa kartu tes, menjaga kebersihan dan lain sebagainya, intinya polanya hampir sama dengan tes seleksi bersama kemarin,” ungkapnya Kamis (14/7/2022).

Lanjut dia, untuk kuota dari jalur SMMPTN, adalah sebesar 30 persen dari jumlah kuota keseluruhan yang diterima di tahun ini, yaitu sekitar 8.885 orang. Dimana itu telah sesuai dengan kapasitas daya tampung yang dimiliki oleh UHO.

“Pembagiannya untuk SNMPTN sebesar 30 persen, SBMPTN 40 persen, dan SMMPTN itu 30 persen yaitu sekitar 2.874 orang, dan itu masih akan bertambah jumlahnya, mengigat di jalur bebas tes dan seleksi bersama masih ada kekurangan. Sehingga di jalur mandiri ini, kekurangan tersebut akan ditutupi, untuk memenuhi target kuota yang telah ditetapkan sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor 1 UHO, Dr. La Hamimu menambahkan, untuk kategori penilaian yang dinyatakan lulus nantinya, itu berdasarkan dari nilai tertinggi dari para peserta. Jadi tidak ada ukuran atau ambang batas nilai yang harus dicapai untuk bisa lulus.

“Siapa yang nilainya paling tinggi itulah yang akan lulus, artinya kita pakai sistem ranking. Jadi kita lihat siapa nilainya paling tinggi lalu kita urut, sampai menemukan jumlah kuota yang diinginkan,” jelasnya.

Dirinya berharap, para peserta agar tidak melakukan kecurangan dan jangan mempercayai orang yang akan menjanjikan kelulusan atau calo.

“Harus jujur dan percaya terhadap kemampuan diri sendiri,” ujarnya.

Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Musdar

banner 300x600

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *